Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)  di RSUD Ungaran Kabupaten Semarang

Penulis

Kata Kunci:

Usia, Paritas, Berat Badan Lahir Rendah, BBLR

Abstrak

Saat ini angka mortalitas dan morbiditas pada bayi preterm masih sangat tinggi. Menurut WHO, bayi prematur yaitu bayi yang lahir pada usia kehamilan 37 minggu atau kurang. Di Indonesia angka kematian bayi (AKB) masih tinggi, sekitar 56% kematian pada periode yang sangat dini yaitu masa neonatal. Sebagian besar kematian neonatal terjadi pada 0–6 hari (78,5%) dan BBLR salah satu penyebab utama kematian. Target MDGs 2015 adalah menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) kelahiran hidup menjadi 23 per 1000 kelahiran hidup. Salah satu Rumah Sakit di Kabupaten Semarang yaitu RSUD Ungaran juga memiliki program yang sama. Dari tahun ke tahun jumlah kelahiran bayi meningkat, sedangkan angka kejadian berat badan lahir rendah meningkat. Berdasarkan data yang diperoleh dari RSUD ungaran pada bulan Januari–Desember 2015–2016 kejadian berat badan lahir rendah terus meningkat,pada bulan Januari–Desember 2015–2017 yaitu tahun 2015 sebesar 69 kasus (12,6%), tahun 2016 sebesar 71 kasus (14,9%), sedangkan pada tahun 2017 terdapat ibu bersalin dan kelahiran hidup dengan jumlah 499 (100%) dan ibu yang bersalin dengan berat badan lahir normal sebesar 420 (84,1%) sedangkan yang  bersalin dengan berat badan lahir rendah sebesar 79 (15,9%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian BBLR di RSUD Ungaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode penelitian survei analitik korelasional dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Jumlah populasi sebanyak 499 dengan jumlah sampel 158 responden. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik Random Sampling dengan metode simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan uji Chi Square diperoleh p-value 0,056 > α (0,05) dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan secara signifikan pada umur ibu bersalin dengan kejadian BBLR pada bayi baru lahir di RSUD Ungaran dengan nilai Odds Ratio sebesar 0,514. Hasil uji Chi Square diperoleh p-value 0,002 < α (0,05) disimpulkan bahwa ada hubungan secara signifikan pada paritas ibu dengan kejadian BBLR pada bayi baru lahir di RSUD Ungaran dengan nilai Odds Ratio sebesar 2,841. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara umur ibu dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di RSUD Ungaran dengan nilai P = 0,056 >α 0,05 dan ada hubungan antara paritas ibu dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di RSUD Ungaran dengan nilai P = 0,002 <α 0,05.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30