Hubungan Konstruk Health Belief Model dengan Perilaku Pencegahan Stunting pada Ibu Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Pekanbaru

Penulis

Kata Kunci:

Health Belief Model, Perilaku Ibu, Pencegahan Stunting, Balita, Puskesmas

Abstrak

Stunting pada balita masih menjadi masalah gizi kronis yang serius di Indonesia, termasuk di Provinsi Riau, dan telah ditetapkan sebagai salah satu program prioritas nasional yang penanganannya memerlukan perubahan perilaku ibu secara berkelanjutan. Perilaku pencegahan stunting tidak dapat dipahami hanya dari sisi pengetahuan semata, melainkan perlu dikaji melalui kerangka teori perilaku kesehatan yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendekatan Health Belief Model (HBM) terhadap perilaku ibu dalam pencegahan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Rejosari, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, dengan menguji pengaruh enam konstruk HBM, yaitu persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, isyarat bertindak, dan efikasi diri. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional terhadap 115 ibu yang memiliki balita yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner HBM yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden (54,8%) memiliki perilaku pencegahan stunting dalam kategori baik. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa seluruh konstruk HBM berhubungan secara signifikan dengan perilaku pencegahan stunting (p < 0,05), dan hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa efikasi diri merupakan konstruk paling dominan (OR = 4,16; p = 0,000), diikuti oleh persepsi manfaat (OR = 3,05) dan isyarat bertindak (OR = 2,98), dengan nilai Nagelkerke R² sebesar 0,482. Temuan ini menegaskan relevansi Health Belief Model dalam menjelaskan perilaku pencegahan stunting pada ibu balita dan memberikan implikasi praktis bagi tenaga kesehatan puskesmas untuk memprioritaskan penguatan efikasi diri dan persepsi manfaat dalam program edukasi gizi berbasis masyarakat.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30