Implementasi Strategi SET (Sorogan–Evaluasi Tajwid) dalam Meningkatkan Pemahaman Tajwid Santri di PPTQ Al Muhyi Ponorogo
Kata Kunci:
Evaluasi Tajwid, Pembelajaran Aktif, Pondok Pesantren, Reinforcement, SoroganAbstrak
Pembelajaran Al-Qur'an di pesantren kerap menghadapi kendala metodologis, Belajar Tajwid kini seringkali kurang berjalan secara tepat dan dalam pengaplikasinyiannya masih stagnan. Tetapi pada praktiknya banyak yang abai pada akurasi bacaan yang benar sesuai kaidah tajwid. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Strategi SET (Sorogan–Evaluasi Tajwid), menganalisis proses pembelajarannya, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta menjelaskan dampaknya terhadap peningkatan pemahaman tajwid santri di PPTQ Al Muhyi Ponorogo. Penelitian kualitatif berdesain studi kasus ini mengumpulkan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menerapkan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi SET diimplementasikan melalui lima tahapan terintegrasi: sorogan individual, penyimakan ustadz, pembacaan ulang (modelling), evaluasi acak interaktif, serta pemberian reinforcement berbentuk konsekuensi edukatif dan umpan balik langsung. Faktor pendukung utama meliputi komitmen kiai, kedisiplinan santri, dan lingkungan pesantren mukim, sedangkan hambatan yang dihadapi adalah keterbatasan waktu dan variasi kecerdasan individual. Implementasi strategi ini selama 15 hari terbukti mampu meningkatkan pemahaman tajwid, ketepatan makhraj, dan keaktifan belajar santri secara signifikan. Keharusan menjelaskan kaidah hukum secara mendadak menggeser pola hafalan mekanis menjadi pemahaman konstruktif reflektif. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis mengenai efektivitas sintesis pedagogi tradisional (sorogan) dengan psikologi pendidikan modern (reinforcement dan umpan balik langsung) dalam kurikulum tahfiz.