People Pleasing dalam Perspektif Al-Qur'an: Analisis Hermeneutika Double Movement Fazlur Rahman terhadap Q.S. Al-An'am [6]: 116.
Kata Kunci:
People Pleasing, Q.S. Al-An'am [6]: 116, Hermeneutika Double Movement, Fazlur Rahman, Integritas Diri Berbasis TauhidAbstrak
Fenomena people pleasing semakin berkembang dalam masyarakat modern sebagai kecenderungan individu untuk mengutamakan penerimaan sosial dengan mengorbankan kebutuhan, pendapat, maupun prinsip yang diyakininya. Sebagian besar penelitian mengenai fenomena ini masih berfokus pada perspektif psikologi, sehingga kajian yang menghubungkannya dengan nilai-nilai Al-Qur'an masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi makna Q.S. Al-An'am [6]: 116 terhadap fenomena people pleasing melalui pendekatan hermeneutika Double Movement Fazlur Rahman. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif yang menggunakan Al-Qur'an, kitab-kitab tafsir, karya Fazlur Rahman, dan literatur psikologi sebagai sumber data. Analisis dilakukan melalui dua tahap, yaitu first movement untuk menemukan moral ideal ayat berdasarkan konteks historis, analisis kebahasaan, dan penafsiran para mufasir, serta second movement untuk mengontekstualisasikan prinsip-prinsip moral tersebut terhadap fenomena people pleasing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Q.S. Al-An'am [6]: 116 mengandung empat prinsip moral universal, yaitu kebenaran berbasis wahyu, independensi moral, keberanian menolak tekanan mayoritas, dan tauhid sebagai orientasi kehidupan. Prinsip-prinsip tersebut tetap relevan dalam menghadapi tekanan sosial modern yang mendorong individu mencari penerimaan melalui keluarga, lingkungan, organisasi, maupun media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa people pleasing tidak hanya berkaitan dengan aspek psikologis, tetapi juga dengan orientasi nilai individu, serta menawarkan konsep Integritas Diri Berbasis Tauhid sebagai rekonstruksi konseptual Al-Qur'an yang menempatkan orientasi tauhid, integritas moral, self-boundaries, dan relasi sosial berbasis ihsan sebagai landasan pembentukan kepribadian muslim di era kontemporer.